Peta Pasar Mobile Broadband

Jumlah pelanggan broadband di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan naik hingga hampir 100 persen di tahun yang lalu.

Jumlah pelanggan data dan broadband hingga akhir tahun lalu sebesar 70 juta atau sekitar 28 persen dari total pelanggan selular tanah air. Jumlah tersebut naik hampir 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sumber : Kompas

Hal ini tentu saja menggembirakan, apalagi jumlah pelanggan seluler di Indonesia sudah mencapai 250 juta. Hal ini sudah melebihi jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 240 juta orang.

Pengguna Seluler di Indonesia diperkirakan mencapai 250 juta, ini melampaui jumlah penduduk yang ada di kisaran 240 juta. Namun hal itu belum tentu baik bagi industri.

Sumber: Kompas

Saat ini memang para operator telekomunikasi Indonesia sudah mulai melirik pasar mobile broadband. Semua operator memiliki program unggulan masing-masing.

Sayangnya hal ini masih kurang dibarengi dengan coverage 3G baik UMTS/HSDPA untuk GSM maupun EVDO untuk CDMA. Layanan masih belum merata di semua tempat. Sehingga tidak ada satu pun operator yang bisa dibilang memiliki jaringan kuat di seluruh wilayah.

Oleh karena itu pada saat memilih kartu untuk modem mobile broadband anda, pastikan bahwa lokasi yang akan digunakan untuk berinternet, baik rumah atau kantor memiliki sinyal 3G (GSM / CDMA) dari operator yang akan digunakan. Hal ini mudah dilakukan. Bisa dengan membeli paket termurah dari operator yang akan digunakan.

Sebagai contoh, bila akan menggunakan operator IndosatM2 atau Tri, maka anda bisa membeli paket IM2 Merdeka/Asik Unlimited atau Tri 500MB untuk mengetes kecepatan internet di lokasi anda.

Paket IM2 Merdeka/Asik Unlimited sendiri berbanderol Rp 50.000 dengan kuota pemakaian 300MB / bulan. Bila kecepatan berinternet cukup memadai, maka anda bisa membeli paket internet yang lebih tinggi, baik Broom100 dengan kuota 2GB / bulan atau Broom Bastis dengan kuota 6GB / bulan.

Untuk Tri, anda bisa membeli paket 500MB / bulan dengan harga Rp 35.000. Bila kecepatan internet cocok, maka selanjutnya anda bisa membeli paket 1GB seharga Rp 75.000 atau 2GB seharga Rp 90.000 atau 5GB seharga Rp 125.000. Bahkan anda bisa membeli paket 5GB/bulan selama 3 bulan hanya seharga Rp 260.000.

Harga-harga diatas adalah harga di outlet Golden Telecom dan terakhir diupdate per 5 Januari 2012. Bila anda berminat maka silahkan langsung ke outlet Golden Telecom di Mangga Dua.

3G dan LTE mendorong pertumbuhan mobile Internet di Asia Pasifik

Ledakan smartphone dan tablet — mengakibatkan tingginya lalu lintas data — telah menigkatkan permintaan untuk jaringan 3G (third-generation) dan LTE (Long Term Evolution) di Asia Pasifik. Hal ini mendorong kebutuhan akan peralatan jaringan di daerah tersebut, meningkatkan pendapatan infrastruktur Internet mobile diatas US$ 400 juta di kuartal kedua tahun ini.

Menurut Synergy Research Group, pertumbuhan ini akan berlanjut dengan tingkat pertumbuhan 30 persen per tahun.

Pada hari Jumat, perusahaan riset tersebut mengatakan jumlah pengguna 3G di Asia mencapai 381 juta pada pertengahan 2011, 51 persen lebih tinggi dari 12 bulan sebelumnya. Jepang dan Cina tercatat memiliki lebih dari setengah jumlah pengguna tersebut, namun “pertumbuhan tinggi” berasal dari Cina, India dan Indonesia.

Meskipun investasi di infrastruktur Internet mobile fokus pada pembangunan LTE, atau jaringan generasi keempat (4G), Synergy Research mencatat bahwa masih “terlalu dini” bagi LTE, dimana jumlah pengguna masih sedikit.

Dalam pengamatannya, jaringan LTE sudah tersedia di enam negara Asia-Pasific, dengan Hong Kong, Jepang dan Uzbekistan memimpin, diikuti oleh Phillipina, Singapur dan Korea Selatan.

“Dengan jumlah  pengguna 3G dan LTE di daerah Asia Pasific yang diramalkan akan meningkat tiga kali lipat dalam empat tahun kedepan, ini akan menjadi rentang waktu yang sangat menantang untuk para vendor”, ujar Jeremy Duke, pendiri dan analis utama Synergy Research dalam pernyataanya. Dia menambahkan bahwa dia mengantisipasi kesempatan pertumbuhan yang tinggi untuk vendor infrastruktur di semua negara di daerah Asia Pasifik.

Berdasarkan “ledakan” pertumbuhan smartphone dan tablet, Duke menunjukkan kebutuhan akan “suatu jaringan kuat untuk mendukung semua peralatan dan applikasi [dari peralatan]“.

Dalam sebuah laporan ZDNET Asia bulan lalu, seorang eksekutif Qualcomm mengatakan ada “momentum bagus” untuk jaringan LTE dan juga handset LTE. Para analis juga menyatakan bahwa jumlah operator di Asia Pasifik yang berkomitmen untuk migrasi ke LTE “sangat baik”.

Diterjemahkan dari  3G, LTE spur APAC mobile Internet network growth oleh Jamie Yap, ZDNET Asia, 11 November 2011.