Ledakan smartphone dan tablet — mengakibatkan tingginya lalu lintas data — telah menigkatkan permintaan untuk jaringan 3G (third-generation) dan LTE (Long Term Evolution) di Asia Pasifik. Hal ini mendorong kebutuhan akan peralatan jaringan di daerah tersebut, meningkatkan pendapatan infrastruktur Internet mobile diatas US$ 400 juta di kuartal kedua tahun ini.
Menurut Synergy Research Group, pertumbuhan ini akan berlanjut dengan tingkat pertumbuhan 30 persen per tahun.
Pada hari Jumat, perusahaan riset tersebut mengatakan jumlah pengguna 3G di Asia mencapai 381 juta pada pertengahan 2011, 51 persen lebih tinggi dari 12 bulan sebelumnya. Jepang dan Cina tercatat memiliki lebih dari setengah jumlah pengguna tersebut, namun “pertumbuhan tinggi” berasal dari Cina, India dan Indonesia.
Meskipun investasi di infrastruktur Internet mobile fokus pada pembangunan LTE, atau jaringan generasi keempat (4G), Synergy Research mencatat bahwa masih “terlalu dini” bagi LTE, dimana jumlah pengguna masih sedikit.
Dalam pengamatannya, jaringan LTE sudah tersedia di enam negara Asia-Pasific, dengan Hong Kong, Jepang dan Uzbekistan memimpin, diikuti oleh Phillipina, Singapur dan Korea Selatan.
“Dengan jumlah pengguna 3G dan LTE di daerah Asia Pasific yang diramalkan akan meningkat tiga kali lipat dalam empat tahun kedepan, ini akan menjadi rentang waktu yang sangat menantang untuk para vendor”, ujar Jeremy Duke, pendiri dan analis utama Synergy Research dalam pernyataanya. Dia menambahkan bahwa dia mengantisipasi kesempatan pertumbuhan yang tinggi untuk vendor infrastruktur di semua negara di daerah Asia Pasifik.
Berdasarkan “ledakan” pertumbuhan smartphone dan tablet, Duke menunjukkan kebutuhan akan “suatu jaringan kuat untuk mendukung semua peralatan dan applikasi [dari peralatan]“.
Dalam sebuah laporan ZDNET Asia bulan lalu, seorang eksekutif Qualcomm mengatakan ada “momentum bagus” untuk jaringan LTE dan juga handset LTE. Para analis juga menyatakan bahwa jumlah operator di Asia Pasifik yang berkomitmen untuk migrasi ke LTE “sangat baik”.
Diterjemahkan dari 3G, LTE spur APAC mobile Internet network growth oleh Jamie Yap, ZDNET Asia, 11 November 2011.